KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan dedikasi dan komitmennya terhadap pengembangan prestasi mahasiswa. Kabar gemilang datang dari Unit Puncak Prestasi kampus, yang berhasil memantau dan membimbing mahasiswa meraih medali emas dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 12-16 April 2026 lalu.
Prestasi luar biasa ini diraih oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Nurul Hidayah (22 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika semester 6), Rifqi Muhammad Dwi Pratama (23 tahun, Teknik Elektro semester 7), dan Siti Rahmah Noviyanti (21 tahun, Sistem Informasi semester 5). Ketiga mahasiswa ini berhasil mengalahkan lebih dari 250 tim peserta dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia dengan inovasi aplikasi bernama “HarvestAI” – sebuah sistem manajemen pertanian berbasis artificial intelligence yang dirancang khusus untuk petani skala kecil dan menengah di Indonesia.
### Latar Belakang Prestasi dan Perjalanan Kompetisi
Keikutsertaan tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam KITN 2026 merupakan hasil dari program pendampingan intensif yang dijalankan oleh Unit Puncak Prestasi sejak tahun 2024. Unit ini, yang didirikan khusus untuk mengidentifikasi, membina, dan mengembangkan potensi mahasiswa berprestasi, telah menjadi jembatan penting antara akademik kampus dengan peluang kompetisi tingkat nasional dan internasional.
“Kami memulai persiapan sejak enam bulan lalu. Proses seleksi awal melibatkan lebih dari 30 mahasiswa dari berbagai jurusan. Dari sana, kami melakukan screening ketat untuk menemukan ide-ide inovatif yang layak dikembangkan,” ungkap Dr. Haryono Suwarno, Kepala Unit Puncak Prestasi Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif di kantor Unit, Senin (17/04/2026).
Ide inovasi yang dikembangkan ketiga mahasiswa ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap permasalahan di sektor pertanian lokal Sulawesi Tenggara. Melalui riset lapangan yang melibatkan wawancara dengan petani di Kecamatan Ranomeeto dan sekitarnya, tim menemukan bahwa mayoritas petani kesulitan dalam manajemen irigasi, prediksi panen, dan pemasaran hasil pertanian mereka.
“Kami ingin menciptakan solusi teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga mudah digunakan oleh petani dengan tingkat literasi teknologi yang beragam,” jelas Nurul Hidayah, ketua tim, yang juga menambahkan bahwa konsep aplikasi HarvestAI telah diuji coba pada 15 petani lokal dengan tingkat kepuasan mencapai 87 persen.
### Detail Inovasi dan Keunggulan Kompetitif
Aplikasi HarvestAI yang dikembangkan tim ini memiliki beberapa fitur unggulan yang membedakannya dari kompetitor. Pertama, sistem prediksi cuaca dan kondisi tanah berbasis machine learning yang dapat memberikan rekomendasi waktu tanam optimal dengan akurasi 89 persen. Kedua, modul manajemen air irigasi otomatis yang dapat menghemat penggunaan air hingga 30 persen. Ketiga, fitur pemasaran digital yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli potensial, mengeliminasi peran middleman yang sering merugikan petani.
Rifqi Muhammad Dwi Pratama, yang bertanggung jawab pada aspek teknis hardware dan IoT integration, menjelaskan bahwa aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan sensor murah yang tersedia di pasaran lokal. “Ini penting agar solusi kami benar-benar accessible bagi petani dengan modal terbatas. Kami tidak ingin teknologi hanya untuk yang kaya,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Siti Rahmah Noviyanti, yang mengerjakan aspek user interface dan user experience, menekankan bahwa kemudahan penggunaan adalah prioritas utama. “Kami merancang aplikasi ini dengan bahasa lokal Bugis sebagai opsi utama, mengingat mayoritas pengguna adalah petani dari Sulawesi Tenggara. Kami juga menyediakan tutorial video berdurasi pendek agar mudah dipahami,” kata Siti.
Hasil penelitian tim juga menunjukkan bahwa implementasi HarvestAI di 15 lahan percontohan mampu meningkatkan hasil panen rata-rata sebesar 23 persen dalam musim pertama, dengan efisiensi biaya operasional mencapai 18 persen. Data empiris ini menjadi salah satu faktor kuat yang membuat juri kompetisi nasional memberikan penghargaan medali emas.
### Respons dan Dukungan Institusi Kampus
Prestasi ini mendapat respon yang sangat positif dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Prof. Dr. Sutrisno, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi pada 16 April 2026.
“Prestasi ini bukan hanya milik ketiga mahasiswa, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh ekosistem akademik kami. Dari dosen pembimbing yang memberikan guidance berkelanjutan, hingga Unit Puncak Prestasi yang terstruktur dalam memberikan support dan mentoring. Ini membuktikan bahwa universitas di daerah juga mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif di tingkat nasional,” ujar Prof. Sutrisno dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Prof. Sutrisno juga mengumumkan bahwa universitas akan memberikan insentif finansial kepada ketiga mahasiswa, masing-masing sebesar 5 juta rupiah, serta mengalokasikan dana pengembangan lebih lanjut untuk HarvestAI agar dapat diproduksi dan didistribusikan ke petani secara lebih luas.
Dr. Haryono Suwarno, Kepala Unit Puncak Prestasi, juga memberikan apresiasi khusus kepada dosen pendamping yang telah membimbing tim ini. “Pak Dr. Arif Budiman dari Jurusan Teknik Informatika, Bu Dr. Siti Muslikhah dari Teknik Elektro, dan Pak Agus Hermanto dari Sistem Informasi telah memberikan waktu dan energi ekstra untuk memastikan kualitas proposal dan prototype yang kami kirimkan ke kompetisi. Dedikasi mereka adalah fondasi kesuksesan ini,” tambah Dr. Haryono.
### Dampak dan Rencana Pengembangan Selanjutnya
Kemenangan di tingkat nasional ini membuka peluang baru bagi tim dan universitas. Beberapa akademisi dan praktisi industri teknologi telah menunjukkan minat untuk berkolaborasi dalam mengembangkan HarvestAI lebih lanjut. Saat ini, tim sedang dalam proses negosiasi dengan tiga startup teknologi berbasis Jakarta dan Bandung untuk menjadikan aplikasi ini sebagai produk komersial.
“Kami menargetkan bahwa dalam 18 bulan ke depan, HarvestAI sudah bisa diakses oleh setidaknya 5000 petani di Sulawesi Tenggara. Untuk itu, kami perlu dukungan pembiayaan, perizinan, dan partnership yang tepat,” jelas Nurul Hidayah dalam rencana operasional yang dipresentasikannya kepada pihak kampus.
Selain itu, kesuksesan tim ini juga menginspirasi mahasiswa lain untuk mengikuti Program Unit Puncak Prestasi. Data menunjukkan bahwa dalam dua minggu setelah pengumuman kemenangan ini, sudah ada 47 mahasiswa baru yang mendaftar untuk mengikuti program akselerator inovasi yang dikelola Unit.
Dampak sosial dari HarvestAI juga tidak terabaikan. Teknologi ini dirancang dengan visi untuk memberdayakan petani skala kecil yang sering menjadi lapisan masyarakat yang paling rentan terhadap volatilitas pasar dan perubahan iklim. Dengan tools yang tepat, petani diharapkan dapat membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
### Peran Strategis Unit Puncak Prestasi
Keberhasilan ini juga merefleksikan eksistensi Unit Puncak Prestasi sebagai organ yang sangat vital dalam ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Sejak didirikan tahun 2023, unit ini telah berhasil membimbing berbagai mahasiswa untuk meraih prestasi di tingkat regional dan nasional, di antaranya kompetisi debate bahasa Inggris, kompetisi karyawan ilmiah, dan entrepreneurship challenges.
“Visi kami adalah memastikan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak kalah dengan mahasiswa dari universitas top di Jawa atau kota-kota besar lainnya. Kami ingin menunjukkan bahwa prestasi adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan sistem support yang tepat, bukan hanya soal lokasi geografis kampus,” tegas Dr. Haryono Suwarno.
Unit ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk laboratorium inovasi, ruang brainstorming, perpustakaan digital, dan akses ke berbagai platform pembelajaran online. Selain itu, Unit juga menjalin partnership dengan universitas-universitas partner di luar negeri untuk memberikan mentoring dan insight internasional kepada mahasiswa.
### Perspektif Masa Depan
Melihat trajektori kesuksesan ini, ada harapan yang tumbuh bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus meningkatkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan lokal dan nasional melalui inovasi dan riset.
Baik Nurul Hidayah, Rifqi Muhammad Dwi Pratama, maupun Siti Rahmah Noviyanti, semuanya menyatakan komitmen mereka untuk terus mengembangkan HarvestAI dan juga mendorong teman-teman mereka untuk ikut berinovasi. “Kesuksesan ini baru permulaan. Kami ingin membawa lebih banyak inovasi dari Kendari ke tingkat nasional bahkan internasional,” tutur Nurul dengan optimisme yang menular.
Dengan prestasi ini, universitas telah membuktikan bahwa lokasi geografis bukanlah hambatan untuk mencapai keunggulan akademik dan inovasi. Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah menunjukkan kepada Indonesia bahwa talenta unggul tersebar di mana saja, dan dengan sistem support yang tepat, talenta tersebut dapat berkembang menjadi prestasi yang nyata dan berdampak.
—
Redaksi menerima respons dan klarifikasi dari Universitas Muhammadiyah Kendari hingga 17 April 2026, pukul 22.00 WITA.