Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Puncak Prestasi, menggelar forum besar-besaran yang menghadirkan seluruh organisasi mahasiswa intra dan ekstra kampus pada Sabtu, 19 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Gedung Rektorat tersebut menjadi momentum penting bagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk meluncurkan program pemberdayaan komunitas terpadu yang akan diimplementasikan sepanjang tahun akademik 2026/2027.
Acara yang dihadiri lebih dari 500 peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai fakultas, pimpinan organisasi mahasiswa, dosen pembimbing akademik, serta pejabat universitas, menandai komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan ekosistem organisasi mahasiswa yang kuat dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Unit Puncak Prestasi Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan divisi khusus di bawah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan yang fokus pada pengembangan kompetensi, kreativitas, dan kepemimpinan mahasiswa. Sebagai unit pendukung, pihaknya telah merancang forum organisasi mahasiswa sebagai sarana koordinasi dan sinergi antar organisasi yang ada di kampus.
“Forum ini kami selenggarakan sebagai bagian dari upaya menciptakan mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi,” ujar Drs. Ahmad Ridhallah, M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari saat membuka acara. Beliau menambahkan bahwa organisasi mahasiswa merupakan laboratorium kedua bagi mahasiswa untuk belajar kepemimpinan dan manajemen organisasi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil evaluasi internal yang menunjukkan bahwa koordinasi antar organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari masih perlu ditingkatkan. Selama ini, berbagai organisasi seperti BEM, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), himpunan mahasiswa jurusan, dan organisasi khusus masih berjalan secara terpisah tanpa integrasi yang kuat.
“Kami melihat potensi luar biasa yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. Ketika organisasi-organisasi ini bersinergi dengan baik, dampak positif yang dihasilkan akan jauh lebih signifikan,” jelas Hj. Nur Azizah, S.Psi., M.Si., Kepala Unit Puncak Prestasi, dalam sesi pembukaan forum.
Peluncuran Program Pemberdayaan Komunitas Terpadu
Poin puncak dari forum organisasi mahasiswa adalah peluncuran Program Pemberdayaan Komunitas Terpadu (PPKT) yang dirancang oleh BEM Universitas Muhammadiyah Kendari. Program ini merupakan inisiatif kolaboratif yang melibatkan seluruh organisasi mahasiswa dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat di tiga sektor utama: pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Muhammad Hilmi, Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Kendari periode 2025-2026, menjelaskan detail program tersebut dengan antusias. “Program Pemberdayaan Komunitas Terpadu kami dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kendari, khususnya di daerah-daerah tertinggal. Kami percaya bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta forum.
Secara spesifik, PPKT terdiri dari tiga pilar utama. Pertama, pilar pendidikan dengan program “Belajar Bersama Mahasiswa” yang akan menjalankan bimbingan belajar gratis untuk anak-anak kurang mampu di kelurahan-kelurahan sekitar kampus. Program ini akan dikoordinasikan oleh UKM Bimbingan Belajar dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan.
Kedua, pilar ekonomi dengan inisiatif “Usaha Mikro Mandiri” yang akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok usaha kecil menengah (UMKM) di Kota Kendari. Program ini akan dikelola bersama oleh BEM, UKM Kewirausahaan, dan Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Ketiga, pilar lingkungan dengan program “Kendari Bersih dan Hijau” yang fokus pada edukasi lingkungan, penanaman pohon, dan program daur ulang di komunitas sekitar. Program lingkungan ini akan melibatkan UKM Pecinta Alam, Himpunan Mahasiswa Program Studi Biologi, dan organisasi lingkungan lainnya.
“Setiap program dirancang dengan target yang jelas dan terukur. Kami tidak ingin hanya melakukan kegiatan amal biasa, tetapi menciptakan perubahan berkelanjutan di masyarakat,” terang Muhammad Hilmi lebih lanjut.
Respons Positif dari Pimpinan Universitas
Peluncuran program PPKT mendapat respons sangat positif dari pimpinan universitas. Prof. Dr. H. Jamaluddin, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyampaikan apresiasinya dalam sambutannya yang dituangkan melalui video message.
“Saya sangat bangga melihat inisiatif seperti ini muncul dari mahasiswa kami. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Muhammadiyah tentang amal usaha dan tanggung jawab sosial telah tertanam dengan baik. Universitas akan memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk pendanaan maupun akses ke mitra eksternal yang relevan,” ucap Prof. Jamaluddin.
Dukungan konkret juga datang dari Drs. Ahmad Ridhallah, M.Si., yang mengumumkan alokasi anggaran khusus untuk mendukung implementasi PPKT. “Kami mengalokasikan dana sebesar 500 juta rupiah untuk tahun akademik 2026/2027 untuk mendukung program-program yang diluncurkan oleh organisasi mahasiswa. Ini adalah komitmen universitas untuk memberdayakan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial,” jelasnya.
Selain itu, universitas juga menawarkan dukungan administratif berupa penghubung dengan berbagai stakeholder eksternal, baik dari pemerintah daerah, organisasi sosial, maupun sektor swasta yang mungkin dapat menjadi mitra dalam implementasi program.
Partisipasi Organisasi Mahasiswa
Forum organisasi mahasiswa juga menjadi ajang bagi masing-masing organisasi untuk mempresentasikan kontribusi mereka dalam mendukung PPKT. Lebih dari 20 organisasi mahasiswa intra dan ekstra kampus hadir dan berkomitmen untuk terlibat aktif.
Siti Rahmawati, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), menyatakan bahwa DPM akan memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan yang dilakukan. “DPM akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap setiap program yang dijalankan untuk memastikan bahwa semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak yang diharapkan,” ujarnya.
Sementara itu, dari kalangan UKM, perwakilan UKM Teknologi Informasi menawarkan dukungan dalam bentuk pembuatan sistem informasi dan database untuk mendokumentasikan semua kegiatan PPKT. “Kami ingin berkontribusi dengan keahlian kami di bidang teknologi. Sistem informasi yang baik akan membantu koordinasi antar organisasi dan memudahkan evaluasi program,” kata Rakhmat Hidayat, Ketua UKM Teknologi Informasi.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat juga mengajukan diri untuk memberikan edukasi kesehatan dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa dalam setiap program pemberdayaan, aspek kesehatan tidak luput. Kami akan mengintegrasikan edukasi kesehatan dalam program-program yang dijalankan,” tutur dr. Eka Putri, Dosen Pembimbing Akademik Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat.
Dampak yang Diharapkan
Dengan diluncurkannya PPKT, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Secara spesifik, target yang ingin dicapai adalah:
Pertama, dalam pilar pendidikan, program ini bertujuan untuk menjangkau minimal 300 anak dari keluarga kurang mampu dengan layanan bimbingan belajar gratis selama satu tahun akademik. Target akademik yang ingin dicapai adalah peningkatan nilai rata-rata siswa sebesar minimal 15 persen.
Kedua, dalam pilar ekonomi, target yang ditetapkan adalah memberikan pelatihan kepada minimal 100 UMKM dengan harapan dapat meningkatkan omset usaha mereka sebesar rata-rata 20 persen dalam tahun pertama implementasi program.
Ketiga, dalam pilar lingkungan, program ini menargetkan penanaman 5000 pohon di berbagai lokasi di Kota Kendari dan melibatkan minimal 1000 masyarakat dalam program edukasi lingkungan dan daur ulang.
Lebih jauh, dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terwujudnya ekosistem organisasi mahasiswa yang sinergis dan berdampak, serta terbentuknya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan masyarakat.
“Kami percaya bahwa melalui program ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari akan menjadi agen perubahan nyata di masyarakat. Ini bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Hj. Nur Azizah menutup penjelasan mengenai dampak yang diharapkan.
Pelaksanaan dan Jadwal
Implementasi PPKT akan dimulai pada bulan Mei 2026, bersamaan dengan dimulainya tahun akademik baru. Setiap pilar program memiliki timeline yang jelas dan terukur dengan evaluasi berkala setiap tiga bulan.
Unit Puncak Prestasi akan memfasilitasi koordinasi antar organisasi dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Selain itu, akan dibentuk tim task force khusus yang terdiri dari perwakilan dari setiap organisasi mahasiswa untuk memastikan sinergi dan kolaborasi yang efektif.
“Kami akan mengadakan pertemuan koordinasi setiap dua minggu untuk memastikan semua berjalan lancar dan ada mekanisme yang jelas untuk mengatasi kendala yang mungkin muncul,” jelas Muhammad Hilmi mengenai mekanisme koordinasi.
Penutup
Forum organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 menandai era baru dalam pengembangan organisasi mahasiswa. Dengan peluncuran Program Pemberdayaan Komunitas Terpadu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mengambil peran aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Komitmen yang ditunjukkan oleh mahasiswa, didukung penuh oleh pimpinan universitas dan Unit Puncak Prestasi, memberikan harapan besar bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari akan menjadi instrumen perubahan positif di Kota Kendari. Dengan koordinasi yang baik, sinergi yang kuat, dan dukungan berkelanjutan dari universitas, Program Pemberdayaan Komunitas Terpadu memiliki potensi besar untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar dan memperkuat peran universitas sebagai institusi yang peduli pada pembangunan masyarakat.
Langkah strategis ini juga menjadi model yang dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lain dalam mengoptimalkan peran organisasi mahasiswa sebagai kekuatan sosial untuk pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.