KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Puncak Prestasi (UPP), secara resmi meluncurkan tiga proyek penelitian inovatif yang menggabungkan keahlian dosen dan kreativitas mahasiswa. Peluncuran yang diselenggarakan pada Rabu, 3 April 2026, di Aula Gedung Rektorat Unmuh Kendari ini menandai komitmen institusi dalam mengembangkan solusi teknologi untuk mengatasi tantangan pertanian berkelanjutan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Ketiga proyek penelitian tersebut berfokus pada inovasi teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar untuk kebutuhan irigasi pertanian, pengembangan varietas padi tahan salinitas tinggi, dan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) untuk efisiensi penggunaan air pertanian. Inisiatif ini lahir dari riset mendalam selama dua tahun dan melibatkan lebih dari 40 peneliti dari berbagai disiplin ilmu.
Latar Belakang Riset dan Urgensi Penelitian
Kabupaten Kendari dan sekitarnya dihadapkan pada permasalahan serius berkaitan dengan intrusi air laut ke area pertanian karena pengaruh pasang surut dan perubahan iklim. Fenomena ini mengakibatkan lahan pertanian dengan luas mencapai 15.000 hektar mengalami penurunan produktivitas hingga 40 persen dalam lima tahun terakhir. Petani lokal mengandalkan sumber air bersih yang semakin terbatas, sementara curah hujan di musim kering mencapai titik terendahnya.
“Kami melihat kesempatan nyata untuk berkontribusi pada solusi permasalahan nyata yang dihadapi petani di sekitar Kendari,” ungkap Dr. H. Jamaluddin Mustafa, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara peluncuran penelitian tersebut.
Dr. Jamaluddin menjelaskan bahwa Unit Puncak Prestasi (UPP) didirikan khususnya untuk memfasilitasi penelitian terapan yang dapat langsung memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga solusi inovatif untuk kemajuan daerah,” tambahnya.
Proyek Penelitian Pertama: Teknologi Desalinasi Energi Terbarukan
Proyek pertama yang diluncurkan adalah “Sistem Desalinasi Air Laut Berbasis Energi Surya untuk Pertanian Berkelanjutan.” Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Ir. Hendra Gunawan, M.Sc., dosen Fakultas Teknik Unmuh Kendari dengan spesialisasi dalam teknologi energi terbarukan.
Dr. Hendra menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan menggunakan panel surya generasi terbaru yang dipadukan dengan sistem reverse osmosis untuk menghasilkan air tawar berkualitas tinggi. “Biaya operasional teknologi ini sekitar 60 persen lebih rendah dibandingkan dengan metode desalinasi konvensional yang berbasis energi fosil,” kata Dr. Hendra dalam presentasinya.
Riset yang telah memasuki fase pengujian lapangan ini melibatkan 15 mahasiswa dari program studi Teknik Elektro dan Teknik Pertanian. Mereka telah menginstal protipe pertama di Desa Wanggu, Kabupaten Kendari, dengan potensi mengairi 200 hektar lahan pertanian.
“Teknologi ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat diadopsi oleh kelompok tani kecil dengan investasi awal yang relatif terjangkau,” jelasnya lebih lanjut. Tim penelitian menargetkan peningkatan daya produksi desalinator menjadi 50.000 liter per hari pada akhir tahun 2026.
Proyek Penelitian Kedua: Varietas Padi Tahan Salinitas
Proyek kedua yang menjadi fokus penelitian adalah pengembangan varietas padi lokal yang tahan terhadap tingkat salinitas tinggi. Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. Siti Nurhalimah, M.Agr., dari Fakultas Pertanian dan Peternakan Unmuh Kendari.
Prof. Siti telah bekerja selama 12 tahun dalam bidang pemuliaan tanaman dan memiliki publikasi internasional di beberapa jurnal pertanian terkemuka. “Kami telah mengidentifikasi gen-gen spesifik dalam plasma nutfah padi lokal Sulawesi Tenggara yang menunjukkan ketahanan terhadap stres salinitas,” ungkapnya dengan antusiasme.
Penelitian ini menggunakan pendekatan marker-assisted selection (MAS) dan teknologi genome editing terkini untuk mempercepat proses pemuliaan. Dalam dua tahun pengembangan, tim peneliti yang terdiri dari 12 mahasiswa program studi Agronomi telah menghasilkan tiga calon varietas unggul yang menunjukkan hasil panen 65-70 persen dari kondisi normal meskipun ditanam di lahan dengan salinitas tinggi.
“Varietas yang kami kembangkan bukan hanya tahan terhadap air asin, tetapi juga mempertahankan kualitas nutrisi dan rasa yang baik. Ini sangat penting untuk penerimaan petani,” terang Prof. Siti. Verifikasi lapangan akan dilakukan di 10 lokasi berbeda di Sulawesi Tenggara selama musim tanam 2026-2027.
Proyek Penelitian Ketiga: Sistem Monitoring IoT untuk Efisiensi Air
Proyek ketiga merupakan pengembangan sistem monitoring real-time berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan penggunaan air irigasi pertanian. Sistem ini dinamakan “Smart Farming Water Management System” (SFWMS) dan dipimpin oleh Ir. Bambang Sutrisno, M.T., dosen Fakultas Teknik dengan keahlian dalam sistem informasi dan kontrol otomatis.
“Platform kami mengintegrasikan sensor kelembaban tanah, cuaca, dan saluran irigasi yang tersebar di berbagai titik pertanian. Data real-time ini dianalisis menggunakan artificial intelligence untuk memberikan rekomendasi pemberian air yang optimal,” jelas Ir. Bambang. Sistem ini dapat mengurangi penggunaan air hingga 35 persen sambil mempertahankan produktivitas hasil panen.
Sebelas mahasiswa dari program studi Informatika dan Teknik Elektro telah mengembangkan aplikasi mobile yang user-friendly sehingga petani dapat mengakses data dan rekomendasi melalui smartphone mereka. “Teknologi ini dirancang khusus dengan mempertimbangkan tingkat literasi digital petani kita, sehingga interfacenya sangat sederhana namun informatif,” tambah Ir. Bambang.
Platform SFWMS telah diuji coba di Kelompok Tani Maju Jaya di Kecamatan Abeli, Kendari, dengan hasil yang sangat memuaskan. Petani melaporkan efisiensi penggunaan air meningkat signifikan dan produksi naik 25 persen dalam musim tanam pertama.
Komitmen Unit Puncak Prestasi
Dr. Ir. Muhammad Ridzki, M.Sc., Kepala Unit Puncak Prestasi Unmuh Kendari, menerangkan bahwa ketiga proyek ini adalah hasil seleksi ketat dari 23 usulan penelitian yang masuk dalam tahun akademik 2024-2025. “Unit Puncak Prestasi tidak hanya mendanai penelitian, tetapi juga memberikan mentoring, fasilitasi publikasi internasional, dan memfasilitasi kerjasama dengan industri dan masyarakat,” ucapnya.
Anggaran yang dialokasikan untuk ketiga proyek penelitian ini mencapai 2,8 miliar rupiah, dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemenristekdikti) melalui skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi. “Kami berharap pada akhir fase penelitian ini, ketiga teknologi dapat ditransfer ke UMKM dan kelompok tani sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kendari,” sambung Dr. Ridzki.
Dampak Jangka Panjang untuk Masyarakat
Ketua Asosiasi Petani Sulawesi Tenggara, Bapak Hamzah Mansyur, 58 tahun, menghadiri peluncuran penelitian dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Unmuh Kendari. “Selama ini kami merasa terasing dari perkembangan teknologi pertanian modern. Kehadiran Universitas Muhammadiyah Kendari dengan riset-riset seperti ini memberi harapan baru bagi kami untuk mengembangkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Diperkirakan, ketika ketiga teknologi ini siap diimplementasikan secara penuh, dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian di kawasan Kendari sebesar 40-50 persen, membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 1.200 petani muda, dan meningkatkan pendapatan petani hingga 3 kali lipat. Hal ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2 tentang penghapusan kemiskinan dan kelaparan serta nomor 13 tentang perubahan iklim.
Penutup
Peluncuran tiga proyek penelitian inovatif oleh Unit Puncak Prestasi Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan dedikasi institusi dalam mengubah tantangan menjadi peluang. Melalui sinergi antara dosen berpengalaman dan mahasiswa berpotensi, Unmuh Kendari tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas tinggi, tetapi juga solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dr. Jamaluddin Mustafa menutup acara peluncuran dengan menekankan bahwa “penelitian adalah jantung dari universitas modern. Tanpa riset yang relevan dan berdampak, universitas hanyalah lembaga transfer ilmu biasa. Kami ingin Unmuh Kendari menjadi pusat inovasi yang diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional.”
Dengan komitmen yang kuat dari pimpinan universitas, dukungan dosen dan mahasiswa yang aktif, serta apresiasi dari masyarakat petani, ketiga proyek penelitian ini diharapkan dapat menjadi katalis perubahan positif dalam sektor pertanian Sulawesi Tenggara dan menjadi model bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Pelaksanaan ketiga penelitian akan terus dipantau dengan evaluasi berkala setiap tiga bulan, dan hasil-hasil signifikan akan dipublikasikan melalui jurnal ilmiah nasional dan internasional untuk meningkatkan visibilitas dan kredibilitas penelitian Unmuh Kendari di kancah akademis global.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus
Editor: Humas Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Publikasi: 3 April 2026